Kabar - Komunitas Kejar Mimpi by CIMB Niaga Jakarta: Adakan Trip Edukasi Lingkungan ke TB Simatupang dalam Menyiapkan Lingkungan Bersih Society 5.0 - Suarakrajan.com

 


SUARAKRAJAN.COM - Jakarta, 3 Februari 2024. Komunitas Kejar Mimpi Jakarta kembali melanjutkan kiprahnya dalam persiapan menghadapi tantangan lingkungan di masa yang akan datang. Kali ini rekan-rekan Komunitas Kejar Mimpi Jakarta mengunjungi fasilitas saringan sampah di TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Diikuti oleh 40 peserta dari kalangan SMA sampai kuliah. Saringan sampah ini dimaksudkan untuk mengurangi padatan luapan dan penumpukan volume sampah yang terbawa aliran air menuju Jakarta.

Tujuan Komunitas Kejar Mimpi Jakarta mengadakan kegiatan ini selain untuk memberikan edukasi kepada anak-anak muda tentang pengolahan sampah adalah salah rangkaian ulang tahun ke-7 Komunitas Kejar Mimpi Jakarta.

Kunjungan yang merangkap sebagai sesi belajar dan menyaksikan langsung proses pengolahan sampah ini dibuka dengan sambutan hangat koordinator pengelola, Bapak Yayat. Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa saringan sampah di TB. Simatupang ini pada awalnya hanya berupa mimpi atau angan-angan belaka.

"Proses perencanaannya dimulai sejak 2019 lalu, yang awalnya berupa mimpi, menjadi gagasan. Kemudian, dibuatkan narasi, lalu menjadi program, dan kemudian direalisasikan," tuturnya dalam sambutan.

Gagasan saringan sampah ini terinspirasi dari kasus bencana banjir di pintu air Manggarai tahun 2019 silam. Pada saat itu, tercatat volume sampah yang terikut arus banjir adalah 3400 meter kubik. Hal ini menjadi kekhawatiran khalayak umum, pada akhirnya untuk mencegah luapan air ini terdapat dua rencana strategis. Pertama, memindahkan pintu air hulu ke hilir dan kedua membuat saringan sampah sendiri untuk Jakarta.

Menurut koordinator pengelolaan dan penanganan sampah TB. Simatupang ini, memindahkan pintu air hanya akan memindahkan masalah bukan mengatasi dan menyelesaikannya. Sehingga, gagasan yang dipilih adalah membuat saringan sampah yang efektif. Meski pada awal pembangunannya terdapat pro-kontra, tetapi pada akhirnya saringan sampah ini dapat memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pak Yayat melanjutkan dalam sambutannya, "Saya senang dengan pro kontra. Khususnya dengan kontra sehingga kita pada akhirnya terus berbenah. Kita jangan sampai alergi kritik."

Berdasarkan penuturannya juga, dijelaskan bahwa proses perencanaan dan tahapan eksekusi pengadaan fasilitasnya semua memakan waktu kurang lebih selama setahun dimulai dari 2019 lalu. Namun, dapat dilihat sekarang pengelolaan sampah TB. Simatupang kini menjadi garda terdepan terhadap luapan sampah dari hulu sungai Ciliwung.

Ia juga menambahkan bahwa sampah ini seharusnya tidak diartikan hanya sebagai sampah, tetapi harus diartikan sebagai barang tersisa yang belum termanfaatkan. Demikian pada akhirnya fungsi dari sekatan atau saringan sampah ini adalah mengurangi volume sampah yang tidak terurai, memilah, mengolah (daur ulang), dan dimanfaatkan dalam bentuk yang lain.

Setelah sambutan selesai, para peserta diajak untuk keliling melihat proses bagaimana sampah itu diproses dan ikut terjun dalam mengolah sampah sehingga menjadi barang yang sangat bermanfaat dan bisa dirasakan oleh masyarakat.(//)

Pewarta: Daffa Claudio Irvansyah

Editor: Isa Saburai

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak