Puisi Anies Septivirawan dan Wita Dewi Apriliyan - Suara Krajan

Puisi Anies Septivirawan
Atas Nama Gelisah
 
Aku diam
Termangu. 
Dijajah rindu
Sia-sia: 
 
atas nama gelisah
Kutanam belantara kata
Menjelma sajak-sajak
 
atas nama gelisah
aku memberontak
aku menulis puisi
Di beranda hati koyak
 
Situbondo, 3 Juli 2022 
 
 
 
======================
Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Suami dari Sri Lestari dan ayah dari anak semata wayangnya, Raya Naqira Nurisqiah ini juga gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. 
 
 

Puisi-Puisi Wita Dewi Apriliyan
Menetap untuk Menghilang
 
Tak diinginkan,
Tak diharapkan,
Jikalau memiliki untuk pergi
Niscaya ia akan mempersilahkan
Namun ku akan tetap menetap
Hingga rasa ini perlahan menghilang
 
Simpang, 2022
 
 
Harapku
 
Bisakah kau...
Beri aku waktu untuk perlahan hilang
Beri aku kesempatan untuk merasakan rindu,
butir-butir rindu yang tak kunjung temu
 
Walau aku ingin
Ingin aku dan kamu bersama
Namun, apa boleh buat
Itu sekadar harapku bukan harapmu
 
Simpang, 2022
 
 
Luka Hati
 
Dalam kehangatan pagi,
Keramaian bayan,
Ketenangan malam,
Semua tak mampu mengalihkan pikir
Pikir yang merekam setiap peristiwa
Dan hati yang menyimpan luka
 
Luka tetaplah luka
Lalu, luka hati ini dimanakah obatnya?
 
Sudah satu tahun lamanya
Namun, bagaimana dengan luka hati ini?
Sudah tak terhitung ragam penawar luka
Namun, tetap saja tak ada hasilnya
Melelahkan
 
Simpang, 2022
 
 
Ingin
 
Aku hanya ingin seperti mereka
Aku hanya ingin hidup tenang nan nyaman
Bisakah aku merasakan itu dengan segala
Bayangan hidup yang terus mengikuti?
 
Simpang, 2022
 
 
Antonim Kehidupan
 
Aku hanya ingin terang nan tenang
Aku hanya ingin aman nan nyaman
Aku hanya ingin ramai nan damai
Aku hanya ingin bahagia nan abadi
Aku hanya ingin cinta nan dia
Aku hanya ingin hidup dalam harapanku
 
Namun, itu semua hanya sebuah antonim kehidupan
Apakah bisa aku mendapatkan antonim kehidupan?
 
Simpang, 2022
 
 
Rasaku
 
Kekasihku...
Sebenarnya apa mau mu katakanlah padaku
Jika ku mampu akan kujalankan mau mu
Namun jika ku tak mampu,
Ku mohon ampun darimu
 
Kekasihku... Andai kau tahu
Ku sangat menyayangimu
Rasa ini sungguh luas dan dalam untukmu
Sungguh cinta nan tulus untukmu
Ku yakin itu hanya untukmu
 
Kekasihku...
Izinkan aku bertanya tentang rasaku
Apakah rasaku ini sudah sampai padamu?
Apakah rasaku ini sudah mampu
Menyentuh halus hatimu?
Apakah rasaku sudah kau rasakan?
 
Kekasihku...
Ku akan selalu menunggu
balasan rasa darimu
 
Simpang, 2022
 
 
========================
Wita Dewi Apriliyan, lahir di Bandung, 18 April 2005. Bergiat di perpustakaan Sarang Buku Ciwidey. Sedang menempuh pendidikan di SMAN 1 Ciwidey. Email : witaapriliyan@gmail.com
Nomor Telepon : 08979822467
 



Baca Juga: 4 Puisi Ibna Asnawi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak