Puisi-Puisi Aris Setiyanto - Kultus Lelaki

Puisi-Puisi Aris Setiyanto
Kultus Lelaki
 
Tuhan di dalam kepala
digelindingkan—masuk ke liang hati
hari-hari bagai kultus lelaki
terus membawamu kepada surah
tentang kekekalan yang muskil
 
Tuhan di luar kepala
tak pernah dirapal barang satu kali
hati amat puisi, sedang
kepala adalah riuh dunia
; lelaki-lelaki di tubuh cuaca.
 
Temanggung, 04 Mei 2022
 
  
Bercinta Dengan Tangan
 
Seribu anak di telapak
hilang berjatuhan ke tubuh debu
tak pernah nyalang bagi mereka
rahim untuk sembunyi, untuk kembali
ke kegelapan
 
Ayah ibu mereka tercipta dari dada imaji
ayah-ayah mereka bertemu pada satu luka
ibu-ibu mereka membagi air mata
dan kisah
serupa, betapa duka ketiadaan sebelum dilahirkan ke dunia.
 
Temanggung, 04 Mei 2022
 
  
Salat Jamaah
 
Ya Allah, aku ingin seorang lelaki
sebagai imam
laiknya datuk
gelindingkan segala tubuh yang tak diberkahi ketulusan.
 
Temanggung, 04 Mei 2022
 
 
Piket
 
Demi langit-bumi, sumpah
aku tidak tidur
malam ini.
 
Temanggung, 04 Mei 2022
 
  
Piket (2)
 
Laiknya kemarin,
lelaki-lelaki datang
melewati lobi hotel ini
ia masuki ruang-ruang
milik Puan maupun Tuan
riuh dunia
di setiap hela nafas mereka
yang menyatu
di tubuh malam.
 
Temanggung, 04 Mei 2022


                                    


Aris Setiyanto
lahir 12 Juni 1996. Karyanya termuat di; Majalah Kuntum, Koran Purworejo, Koran BMR FOX, Majalah Raden Intan News, Harian Sinar Indonesia Baru, Radar Pekalongan, Majalah Elipsis, Majalah Apajake, Jurnal Kopi dll. Buku puisinya, Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas (2020) dan Ketika Angin Berembus (2021).
 
Blog : arisnohara.wordpress.com
Instagram : @aris.nohara
Email : arisnohara00@gmail.com


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak